Hot Pot Town (Surabaya); Versi 2017

Balik ke Hot Pot Town. Dan karena review pertama dibuat 2 tahun lalu, maka sudah layak lah aku lahirkan review anyar.

Secara bangunan dan interior, tidak ada perubahan sama sekali. Menu pun sama saja (lihat sini) dan untuk pertama kalinya, aku pesan Hot Pot:

Bukan yang “all you can eat”, jadi kita pilih daging + sayur yang dimau (hanya beberapa saja yang aku foto):

Trus, kalian kudu seret pantat menjauh dari kursi, jalan ke satu tempat di Hot Pot Town yang berisi mangkok-mangkok saus dan bumbu:

 

Ntar, saus yang kalian racik akan jadi saus cocolan aneka daging (dan sayur) yang dicelup di Hot Pot. Jadi, raciklah dengan benar. Tipsku sih, pakailah bahan-bahan yang bau (dan nama)nya familiar atau kalau perlu, minta tolong waiter/waitress untuk bantu meracik.

Dari sekian banyak sauce dan bahan-bahan, aku cuma meracik sedikit (daripada ntar kebuang sia-sia):

Dan buatku, saus cocolnya ini penting banget karena ternyata aku kurang doyan dengan kuah hotpot-nya yang keruh dan cenderung bau daging itu. Tapi semuanya berubah menjadi yumm, setelah aku cocolkan daging rebusnya ke saus. Doyan! Enak dimakan dengan atau tanpa nasi :).

Oh ya, nih Hotpot isinya lumayan lengkap. Ada irisan jagung, tomat, jamur, dll dengan kuah keruh yang disajikan didalam ‘panci’ cukup besar, diatas kompor, sehingga kuahnya tetap panas:

Mie Goreng Telur adalah menu berikutnya:

Nih menu sepertinya tidak ada di menu(?). Kita dapat pilihan dari waiter (tanpa melihat buku menu): “Mau Seafood/ Telur?”. Karena kita sedang menghindari seafood, maka kita pilih yang telur. Rasa masakannya light, tidak berminyak, gurih dengan banyak potongan sayur dan menyenangkan karena tidak eneg.

Yang tidak pernah absen dari meja makanku adalah Babi Masak Nanas ini:

Alasannya? Karena Mami (paling) doyan dengan menu-menu sejenis ini (Kolokee/ Kolobak). Btw, kalau mencari yang halal si babi bisa diganti dengan ayam. Teksur dagingnya akan menjadi lebih empuk, menurutku (toh kalo pakai daging babi, gurihnya hilang karena saus asam manisnya ini cukup kuat rasanya). Cocoknya, yang ini dimakan dengan nasi putih.

Sedangkan menu yang satu ini, enak digado ataupun dimakan dengan nasi:

Catat namanya. Bai Zhuo Baicai Ye. Menu yang satu ini maut; surprisingly good! Sederhana banget, cuma sawi putih saja dan dikukus dengan saus (yang kecoklatan itu).

Ketika melihat bentuknya pertama kali, aku merasa kurang antusias menyantapnya. Sayur kukus, gituloh! Tapi setelah akhirnya aku icip, eeeits..

Uuuuwenak!!! Bahkan aku lebih suka sayur ini daripada Hui Guo Rou ini:

Aku tidak terbiasa makan lemak babi (walau untuk beberapa kawan si lemak adalah bagian yang yumm!). Ada rasa cabai walau tidak pedas, karena masakan ini ditumis dengan cabai besar; merah dan hijau. Tapi

Benernya, masih ada 1 lagi menu yang dipesan tapi engga kefoto haha! Nama menunya, Baikut Saus Wijen.

Btw, saat kita pesan menu, aku sempat pesan Tela  Tidak.

Trus, kita dapat kejutan manis diakhir acara makan. Free dessert! Pilihannya 2:

  • (Es) Pudding Almond
  • (Es) Kopi

Daripada rempong dan galau, aku pesan saja keduanya! Yang ini, Es Pudding Almond:

Segar dan ringan. Ada potongan buah melon dan semangka, juga longan (bukan lychee lho ya) dan tentu saja potongan pudding almond! Puddingnya tidak terlalu manis, engga eneg. Simply delicious.

Sedangkan yang ini, Es Kopi:

Manis sekaliii, kopinya. Kawanku iseng mencampurkan Oolong – Chinese Tea ke kopi ini untuk mengurangi manis Es Kopinya. Eeh, hasilnya kok malah jempolan! Kalau kebetulan kamu juga pesan Chinese Tea, coba campur ke Es Kopinya.

Btw, kita di Hot Pot Town untuk b’day dinner kawan:

Tempat ini sepertinya rada kurang terlatih untuk kasih surprise. Antar kue begini, cuma 2 orang saja yang hadir, tapi aku sangat menghargai usaha mereka nyanyi & tepuk tangan sekeras-kerasnya (lha wong cuma ber-2 saja —> lihat tuh Bapak yang disisi kanan, semangat 45 dia *kamsia*).

Dan yang satu ini, mini pie-nya Michael Lee’s dong..

As good as usual! Happy birthday once again, dear <3.

Share

Post to Twitter