Jukuta Seafood (Surabaya); Ala Makassar

Aah, akhirnya punya materi nge-review tempat ini:

Aku sudah direkomendasi sejak tahun 2005-an hahahaha tapi baru di tahun 2016 aku ke Jukuta. Itu pun engga foto apa-apa, makan, ketawa-ketawa, pulang. Baru 2017, balik lagi..

Sayang, engga ada harganya (males dengan tempat2 makan model begini: kuatir kena jebakan batman *kalo ga datang bareng Livi kayanya mending keluar deh dari resto jenis begini*).

Saat aku datang, sudah ada lalapan (yang entah kenapa berasa Makassar banget, haha.. jadi inget resto2 ikan di Makassar/ Pare Pare pokoknya) dan sambal:

Kalo sambal, aku suka yang Dabu Dabu (kiri bawah) dan Petis (kanan atas). Favorit banget pokoknya, kedua itu. Dimakan dengan apa saja, OK.

Trus lauknya? Hm, ada 20 Otak-Otak yang engga kefoto karena otakku lemot *menyesal*. Lanjut dengan Cumi Goreng Tepung:

Empuk, engga alot dan kriuk! Tepungnya, bukan pakai tepung roti. Enak euy! Kayanya aku yang paling banyak makan ini, haha :p.

Yang ini, Udang Rebus:

Ah, foto blur karena tangan tremor belom makan wkwkwk. Seporsi udang rebus, disajikan dengan sambal yang di piring kecil itu. Enak tuh, segar sambalnya, udangnya pun manis.

Gulai Kepala Ikan hadir kemudian:

Enak ini! Kuahnya tuh, sedap! Kepala ikannya pun banyak dagingnya tuh. Bisa pilih mau kepala ikan apa. Yang diatas, pakai kepala ikan Salmon. Enak banget dimakan begitu saja atau dengan nasi.

Nasi Goreng! Ah, aku engga icip (ini jadi makan malam pembantunya si Alibaba wkwkwk)..

Yang ini, Sapo Tahu Ayam:

Khusus buat Nyokap yang lagi engga mood makan seafood. Aku engga icip, karena sibuk dengan udang, cumi dan kerang wkwkwk.

Yang ini, Kerang Ijo Saus Jukuta:

Ternyata “Saus Jukuta” itu sama aja dengan Saus Padang. Kerang ijonya terbuka semua (yang konon bahwa kerang-kerang ini masih hidup ketika direbus), sizenya memuaskan, kenyal dan sausnya pun OK tuh. Aku sesekali pakai untuk makan cumi dan udang rebus loh haha :p.

Saus Padangnya emang beda dengan Layar, mirip dengan yang aku makan di Makassar tapi engga sama (nah lo, rempong kan jelasinnya). Teksturnya sih sama, agak cair dan berwarna orange.

Ikan Sukang Bakar Polos, sodara-sodara:

Dapatnya lumayan besar nih dan dagingnya menggoda:

Tapi kalo dirasa beneran nih, si ikan engga “polos”. Ada rasa asinnya! Ya sudah, lah. Toh rasa asinnya bisa tenggelam ketika ikan dimakan dengan sambal2annya, tapi kalau dimakan begitu saja asinnya cukup nampar.

Dan ini dia, menu termahal kita malam itu (baru tahu setelah baca bill!):

Steam Ikan Kerapu! Ikan hidup nih aslinya, kemudian dikukus dengan aneka saus (setahuku sih kecap asin, jahe, bawang, dll) dan disajikan dalam wujud tak berdaya seperti ini:

Aku sih suka sausnya, tapi semua kawan menilai nih ikan terlalu lama di steam! Ah, aku rada awam soal ikan tapi kalau mereka bilang ikan ini jadi terlalu kenyal karena over cooked, iya juga sih..

Benernya ada 3 macam sayur yang kita pesan, yang satu ini Baby Kailan Tumis Bawang Putih:

Taoge Tumis Ikan Asin, nih:

Aku juga engga ngicip. Ada Ca Kangkung juga tapi engga kefoto, juga engga diicip haha!

Dan menurutku, aku kok lebih suka yang versi Istana Berkat kalo lagi kangen makanan Makassar. Kalau engga kangen makanan Makassar, aku prefer balik ke ‘pacar lama’, Layar.

Share

Post to Twitter