Kue Lumpur Ex Muda Mudi (Sidoarjo); Versi Bu Lilik

Kenapa aku bilang “Versi Bu Lilik”? Karena ada gosip bahwa ada Kue Lumpur Muda Mudi versi lainnya (ini dibahas ntar ya).

OK, KUE LUMPUR EX MUDA MUDI (BU LILIK) ini lokasinya di JALAN HANG TUAH 45, SIDOARJO.

Kenapa aku bilang “ex”? Karena sekarang dia sama sekali engga pake nama “Muda Mudi” lagi, melainkan “Kue Lumpur Bu Lilik”.

Tempat jualannya seperti ini nih:

Pekerjanya semua kerja di depan rumah, bisa kalian lihat sendiri bagaimana proses pembuatan kue lumpur yang terkenal di seantero jagad Sidoarjo – Surabaya ini. Tapi hati-hati ya, banyak Bapak mondar mandir bawa tungku arang panas. Make sure kalian engga maju mundur cantik seenaknya sendiri (eh, pake kata “engga maju mundur cantik” di blog ini engga kudu bayar royalti ke Princess itu kan? Eh!).

Jadi, kue-kue lumpur yang disini tuh cara bikinnya istimewa. Minimal, cara ini engga pernah aku lihat sebelumnya.

Cetakan kue lumpur kosong ditaruh diatas bara arang, kemudian diisi adonan (ada juga yang diisi degan dulu sebelum dituangi adonan).

Nah, sesaat setelah cetakan terisi penuh, seorang pekerja lainnya akan naruh tungku khusus dengan bara api, diatas cetakan. Jadi, kue lumpurnya dipanggang dari atas dan bawah!

Ntar deh kapan-kapan aku video, kemaren engga kepikir buat videoin.

Nih, yang 3 disebelah kanan kue-kuenya sudah matang, yang 2 dikiri cetakan kue-nya masih ditutup dengan arang:

 

Ga pake lama setelahnya, semua tungku atasnya diangkat dan nampang langsung deh kue-kue lumpur yang matang atas – bawah! Nih, cakep-cakep semua:

Yang luar biasa adalah, kue lumpur yang matang tuh ada buanyak banget, adonan mentahnya pun masih aduhai banyaknya, tapi kita ditolak!!! Haha, alias engga boleh beli.

Bos bilang, kue lumpur segitu banyak tuh udah pesanan orang. Beli sebiji pun kita engga boleh dan dipersilakan memilih kue lain untuk pelipur lara *halah*:

Lalu, gimana kalo mau beli kue lumpurnya? DATANG PAGIAN. Buka dari jam 7am, yah. Secara teori sih, mereka buka sampe jam 5pm, tapi aku datang jam 1pm dan sudah ditolak. Di kaca terpampang tulisan gede “Lumpur Habis”, gitu.

Aku beberapa kali pernah dapet kiriman kue ini, lembut sih (aku pribadi benernya doyan yang engga selembut ini), manis, lembek (lha wong namanya aja “lumpur”). Kaya gini nih, dos-nya:

Kue lumpurnya kalo sudah dingin seperti ini:

Kue Lumpur Ex Muda Mudi ini cuma ada 2 pilihan saja:

  • ORIGINAL
  • DEGAN

Ini yang original:

Jujur ya, aku kurang cocok. Ini masalah cocok2an ya, aku engga bilang ini “engga enak”.

Kue lumpur yang aku suka, yang teksturnya rada padat. Yang ini, udah masuk kulkas saja masih lembek banget, dalemnya kaya lumpur (ya namanya aja kue lumpur haha) dan berasa terlalu manis TAPI ini karena aku sejak April sudah sangat mengurangi konsumsi gula ya.

Trus, engga jauh dari Kue Lumpur Muda Mudi, ada Kue Lumpur Muda Mudi Jaya (ada tambahan kata “Jaya”).

Konon, mereka dulu kongsi lalu pecah. Jadi, Bu Lilik tetap dengan Kue Lumpur Muda Mudi, sedangkan kongsiannya bikin Kue Lumpur Muda Mudi Jaya.

Tunggu review Kue Lumpur Muda Mudi Jaya ya. Aku udah kesana kok, wkwkw *nyengir* :p.