Kedai Semarang Bu Kandi (Sidoarjo); Weeenak Ini!

Rencana malas-malasan di hari Minggu yang panas terik di Surabaya diganggu dengan kedatangan kawan kerumah, dengan tawaran menarik. “Ayo makan di Sidoarjo!”. Wah, menarik! Simply karena aku jarang ke Sidoarjo dan yang mengajakku ini familar dengan kota tetangga.

Jadi, aku mandi (heiii kan niatnya malas2an), ganti baju dan cusss.. pergi ke kota tetangga! Aku engga ada gambaran sama sekali, akan kemana, dimana & engga tanya, karena kadang unsur kejutan itu penting *halah*.

Dan tadaaa, aku dibawa ke Kantor Koperasi Pegawai Republik Indonesia bernama Delta Makmur, di JALAN ACHMAD YANI 63, SIDOARJO:

Wah, mau apa nih ke koperasi? Hahaha, percayalah kita datang untuk makan! Tuh, spanduk diatas ada tulisan KEDAI BANGKONG BU KANDI. Itulah tujuan kita:

Tempatnya cuma tenda terbuka dan diberi kipas angin kecil saja, sekedar untuk membuat udara lembab bergerak sehingga kita engga berasa terlalu gerah selagi makan disana:

Di bagian paling dalam, ada tempat meracik soto dan ini mirip dengan yang biasa aku temukan di Semarang:

Dan yeah, mulai deh mereka sibuk meracik pesanan kita:

Ini pernak perniknya:

Dan ini panci kuah dan suwiran daging ayamnya:

Ini soto pesanan kita, udah ready tinggal disiram kuah aja:

Dan tadaaa, ini SOTO BANGKONG pesananku!

Ada nasi (dibawah), suwiran daging ayam, suun, bawang putih dan rajangan daun bawang. Benernya ada taoge pendek (kaya yang biasa dimakan dengan rawon ituloh), tapi aku engga mau.

Btw sangsi gak lihat soto kok bening pol gitu? Aku sempat mikir sih, ini kuah kok kaya’ air doang, trus nyeruput ngicip dah. Eeh!! Lha kok enak???

Jadi, ini kuah emang bening tapi engga bisa dianggap sepele. Kaldunya berasa, trus ada bumbu-bumbunya juga:

Entah apa aja, tapi beneran enak dan ringan banget. Pas disajikan, diberi tambahan bawang putih dan rajangan daun bawang. Sip wes, ngefek banget buat bikin rasanya makin jempolan.

Trus, karena ini soto ala Semarang, makanya kuahnya engga kuning seperti pakem soto di Surabaya (engga bisa bilang “Jatim” semua sotonya kuning karena soto di Kediri aja kuahnya coklat, mirip soto-soto di Yogyakarta).

Dan ini cara makanku (ditambahin kacang):

Ada ini juga nih, di tiap meja:

Aku sama sekali engga nambahin apapun, karena sudah enak. Oh, paling sedikit sambal aja. Kalo mau rasanya jadi lebih berat dan manis, sedikit kecap manis bisa merubahnya.

Oh ya, PERKEDEL-nya enak loh ini:

Seriusly, perkedel ini enak. Makanlah bersama dengan sotonya. Harganya pun cuma 3rb/ biji!

Dan karena ini adalah soto ala Semarang, maka kudu ada SATE model gini (seperti yang di Semarang):

Biasanya sih kalo di Semarang, satenya sate jerohan, telor muda, dsb. Disini, satenya sate kerang dan telur puyuh.

Ini TEMPE BACEM:

Dan yang jadi idola adalah TEMPE MENDOAN:

Bentuknya ya tempe digoreng dalam balutan tepung bumbu dan dimakan dengan cabe rawit dan kecap manis dengan rajangan cabe rawit. Tapi kawan makanku sudah robek2 tempe mendoannya, dicampur dengan kecap dan taburan bawang, untuk dimakan bareng soto. Enak!

Ah, keren nih tempat. Aku lebih cocok makan soto a’la Bangkong di Sidoarjo daripada di tempat aslinya haha :p.


Btw, sekarang berubah nama jadi SOTO SEMARANG BU KANDI (FYI, nama “bangkong” itu sudah terdaftar).