Myoung Ga (Surabaya); 2018

Setelahhh sekian lama engga ke MYOUNG GA, JALAN H. R. MUHAMMAD 181, SURABAYA akhirnya balik beramai-ramai sampai serasa ajak 1 kelurahan makan bareng. Tapi kali ini reviewku engga akan terlalu menggebu-gebu.

First of all, menu makanan dan minuman tempat ini engga berubah dalam beberapa waktu belakangan. Varian dan harganya tetap! Ciamik banget ya. Tapi mungkin ini yang bikin dia ‘berbeda’, sekarang.

Side dish alias banchan pun tetap banyak, cuman susah banget minta refill. Jawaban paling sering sih, “habis”. Atau bahkan engga ada orang yang datang.

Ah iya, masalah servis emang kita rasa belakangan ini rada kurang OK ya, mereka kaya kekurangan tenaga kerja. Jadi, para pegawainya tuh beneran sibuk loh mondar mandir terus..

Ini meja makan kita..

Soup yang merah itu, BUDAE JJIGAE:

Isinya tahu, ham babi, mie, dsb. Enak dimakan saat panas, dengan atau tanpa nasi putih. Tapi menu ini sudah termasuk nasi putih sih.

Yang ini, JAPCHAE:

Hidangan ini namanya mirip dengan “Capcay”, si Chinese food itu ya. Tapi wujudnya jauh beda.

Japchae is a sweet and savory dish of stir-fried glass noodles and vegetables that is popular in Korean cuisine (taken from here).

DOLSUT BIBIMBAB:

Makanan ini disajikan didalam mangkok panas dan kudu segera diaduk setelah disajikan (dan difoto!), hehe. Ini adalah makanan yang sangat populer ya dan sepertinya ini makanan Korea pertamaku deh.

Intinya ya nasi campur gitu, literally di campur pula. Yang satu ini sampai sekarang masih menjadi kesukaan.

Yang ini, YANGNYEOM TONGDAK:

Benernya ini ayam goreng tepung kriuk gitu dengan saus asam manis tapi bukan rasa Ko Lo Kee ya. Bagaimana pun rasanya emang beda dibandingkan Chinese Food. Ini sempat jadi menu favorit, tapi kemaren kok rasa sausnya rada beda ya, kayanya engga ‘sekuat’ yang dulu (dulu sih lebih merah, pekat dan kuat rasanya).

JAJANGMYEON:

Korean Chinese noodle dish topped with a thick sauce made of chunjang, diced pork and vegetables (taken from here).

CHEESE AND CHICKEN:

Aduh, menu ini sempat jadi menu kesayangan!

Dulu kita pernah bela2in ke Myoung Ga cuma untuk makan makanan yang satu ini. Tapi kemarin, si ayam buatku terlalu empuk (diberi pengempuk?). Tekstur dagingnya engga ada, rasanya seperti makan tepung goreng dengan bumbu korea dan keju leleh. Sayang sekali. Andai saja masih berasa kenyalnya daging ayam, ini tentu saja akan menjadi menu kesayangan.

Trus benernya ada banyak banget daging-dagingan yang kita pesan, tapi engga kefoto karena beredar kemana-mana & aku juga sudah fokus makan sambil ngobrol. Jadi yang kefoto cuma sayurnya aja:

Dan pemakannya, haha!

Jadi, begitulah.

Menurutku makanan di tempat ini berubah, walau masih bisa dinikmati dan ramai luar biasa padahal kita makan di hari kerja loh (bukan weekend).