Cocoro (Surabaya); Lokasi Nyaman di Mulyosari

Aku dapat message di hari Sabtu pagi, jam 8.30, waktu kamarku masih gelap, AC masih menyala dan mata pun sebenarnya belum benar-benar mau diajak kerjasama setelah dipaksa kerja hingga jam 2 subuh, wkwk..

Ajakan ngopi. Aku ketik, “Gimme 45 minutes” dan sekitar 1,5 jam setelahnya, tadaaa..

Oh, wow. Kaya gini di Mulyosari? Wkwkwk, soalnya kalau lagi disekitar sana, rada bingung juga cari tempat duduk yang nyaman dan makanannya engga berat (sementara ini aku ujung-ujungnya ke Kopitiam 88 sih)..

Cocoro ini tempatnya terang, warna yang dipakai menyenangkan mata, juga full AC dengan meja kursi yang nyaman juga untuk berlama-lama ngobrol. Jarak antar meja juga bagus, jadi gossip kita engga akan sampai ke tetangga, wkwkw.. (halah, padahal kita juga ga nggosip apapun waktu itu haha!).

Dan ini menu Cocoro:

Tempat ini masih baru buka, jadi besar kemungkinan saat kalian datang ke Cocoro, daftar menunya berubah tapi bisa kalian kira-kira lah apa saja yang disediakan dan kisaran harganya.

Konon yang terkenal adalah si Baby Cumi, cuman karena aku engga terlalu tahan pedas (lihat tuh ada 3 icon cabe), aku cobain yang SPAGHETTI COCORO:

Ternyata Spaghetti Cocoro itu spaghetti dengan ikan teri! Menarik, karena aku sama sekali engga mengira bakal ketemu ikan teri disini haha :p. Terinya bukan yang asin dan berbau menyengat (aku kurang suka bau lautan di piring makanku :p), jadi aman lah ini.

Kawanku pesan SPAGHETTI AGLIO OLIO dan tentu saja aku ngicip!

 

Yang ini memakai dada ayam sebagai protein. Buatku pribadi, yang satu ini kurang berasa garlic-nya.

Lanjut dengan menu pesananku, CHICKEN & FRIES:

Dari segala menu makanan, yang ini adalah yang paling membahagiakan. Potongan ayamnya tuh digoreng dalam balutan tepung dan dipotong kecil-kecil, disajikan dengan kentang goreng dan sambal botolan. Believe me, tanpa sambal botolan itu si chicken udah berasa enak!

NASI GILA hadir belakangan:

Ini satu-satunya menu nasi yang aku pesan, disajikan hangat dan nasinya bagus rek (aku rada rewel soal nasi). Dan yang bernama “nasi gila” ternyata nasi dengan lauk oseng-oseng telur – bakso – sosis –  cabe. Sosisnya, hmm.. mendominasi rasa dan kurang cocok buatku, tapi ini 25 ribu rek (masih ada discount pula waktu itu). Jadi mari dipahami.

Menu makanan disini mostly pake cabe, satu2nya yang aman buat anak-anak cuma Chicken & Fries (kalau mau makan dengan nasi coba minta beli 1 porsi nasi deh; ga terdaftar di menu) dan aneka desserts.

Lanjut, CIRENG BUMBU RUJAK:

Wkwk, menu yang ini engga ada di daftar menu, tapi ada di papan di salah satu dinding Cocoro. Cirengnya OK aja sih, cuman bumbu rujaknya kurang berasa rujak buatku.

Dan menu berikutnya, lebih manis lagi! Ini APPLE CRUMBLE PANCAKE:

Aku comot foto ini dari @cocoro.sub tapi yang aku makan, pancakenya cuma 2 aja (bukan 3 seperti foto diatas). Enak! Nih pancake dibagian atasnya diberi potongan apel yang sudah dimasak dengan gula dan kayu manis. Kali lain kayanya aku mau bawa vanilla ice cream dan pesan pancake ini lah, haha :p.

Yang ini sliweran di instagram Cocorose, NUTELLA MILLE CREPES:

Mille crepes ini salah satu alasanku mau datang ke Cocoro. FYI, owner Cocoro punya brand lain bernama Cocorose, fokus pada cake, pies, dll. Fotonya lumayan sliweran di IG-ku dan buatku ga mungkin banget icip product-nya tanpa beli 1 loyang, trus masalahnyaaa.. gimana abisinnya?

Baguslah, ketika akhirnya Cocoro buka dan menjual slice cakes-nya Cocorose, jadi aku bisa icip!

Mille crepes ini rapi. Engga eneg, engga kaku. Aku doyan loh! Jarang-jarang aku suka mille crepes! Layak diulang tenan.

Yang ini juga incaran. Pas dalam perjalanan ke Cocoro, aku bilang ke kawanku, “Dia bikin donuts hari ini” <— tahu dari insta story, dan jawabnya “Yaa, makanya kita kesan hari ini”. Oh, OK.

 

Cocorose memang beberapa kali jual donuts dan aku sudah pernah beli, cuman waktu itu engga sempat dimakan langsung, alias pake acara menginap. Donuts engga banget lah kalo udah menginap. Jadi, kali ini dapat kesempatan makan langsung ditempat:

Varian rasa menurut perkiraanku akan berubah-ubah, tergantung arah angin dan cuaca *eh*, wkwkw.. Bahkan sepertinya donuts engga setiap hari ada, deh.

Kebetulan, saat itu ada 2 varian donuts. Yang ini, BROWN BUTTER DONUTS:

Dan yang ini, BLUEBERRY DONUTS; donuts  isi selai blueberry. Bentuknya beda tuh, yang ini kaya aku bantal, tanpa lubang dibagian tengahnya & berselimut gula halus *sugar sugar and sugar, darling*..

Yang ini, selai blueberrynya ok, bukan tipe yang cuma berasa manis, tapi daya sebarnya kurang luas *halah* and I dont mind. Oh ya, aku suka tekstur donatnya. Lumayan padat, bukan yang kempus2. Aduh, apa sih bahasa Indonesianya “kempus2”. Hmm, contoh donat kempus2 menurutku si JCo ituloh, lha yang ini mirip-mirip Dunkin Donuts tapi lebih enak..

Menurut kabar burung (jangan tanya burung siapa), Cocoro bikin donuts ini cuma saat weekend. Untuk memastikan dan kepoin rasanya, coba aja tiru caraku: check insta story Cocoro.

Soal segala yang serba manis ini aku emang engga ada complain blas, mungkin karena ini penyebabnya:

Dan kalo bicara soal minuman, tempat ini dengan dermawan menyediakan air minum for free (di jar kaca itu):

Tapi ga mungkin lah, minum air putih doang padahal TARO LATTE terlalu menggoda!

Benernya aku ngarep versi dingin, cuman karena aku engga bilang apa-apa, dapatnya yang hangat dan kebetulan aromanya asik, jadi ya OK sajalah.

Aku suka rasa taronya. Kuat, tapi engga mendominasi. Jadi, masih ada rasa susunya.

Trus, yang ini HAZELNUT LATTE (COLD):

OK juga sih dan gila ya, harganya cuma belasan ribu loh! <— sampe barusan check ulang price list, haha!

Kawanku pesan 2 minuman yang sama sekali engga aku icip. Yang coklat itu, THAI LEMONADE TEA. Yang hijau, VIRGIN MOJITO.

Untuk sementara, Cocoro buka setiap hari dari jam 8am – 6pm, kecuali Senin. Dan lagi ada 15% discount sampai akhir Oktober 2018.