Kopi Joss (Yogyakarta); Wajib Coba!

Booolak balik denger nama “Kopi Joss” dan aku pun sudah berkali-kali ke Yogyakarta, tapi baru kali ini ngicip:

Yup, yang kalian lihat bener. Ada arang didalam gelas kopi haha! Dan karena arang dipercaya menyerap racun (mbuh, ini hasil penelitiannya siapa), maka semua jenis kopi yang diberi arang ini kemudian dikasih nama KOPI JOSS.

Dan ternyata Kopi Joss rasanya biasa saja seperti kopi pada umumnya. Tapi karena ada si arang mendatangkan banyak manfaat:

Arang yang dicelupkan pada Kopi Joss, seringkali dipertanyakan keamanannya oleh masyarakat luas. Namun sejatinya kopi arang juga membawa manfaat bagi kesehatan penikmatnya. Dibakar hingga suhu mencapai 250 derajat celcius, arang akan berubah menjadi karbon aktif yang bermanfaat sebagai pengikat racun yang ada didalam tubuh peminumnya. Penemuan akan fungsi arang sebenarnya sudah ditemukan berpuluh-puluh tahun lalu. Amerika Serikat pun menggunakan arang sebagai bahan dari obat anti racun, seperti Diarrest, Donnagel, dan lain sebagainya.

Dari berbagai fungsi yang dimiliki, maka penggunaan arang dalam Kopi Joss juga memberikan banyak manfaat. Karena sambil menikmati cita rasa kopi asli Yogyakarta, pembeli bisa mendapatkan manfaat dari zat karbon yang dilepas oleh arang.

Selain zat karbon, arang aktif juga mengandung zat sorbitol, yang berfungsi sebagai zat penyerap racun yang dibuangnya melalui saluran pencernaan. Arang juga dapat mengobat penyakit-penyakit seperti asam lambung, kembung, masuk angin, dan juga panas dalam (taken from here).

Jadi, Kopi Joss adalah nama minuman, bukan tempat makan ya.

Nah, soal dimana minum Kopi Joss, Yogyakarta ternyata punya area khusus disekitar Stasiun Kereta Api Tugu! Nih, satu jalan isinya warung jual Kopi Joss:

 

Aku engga bisa ambil terlalu banyak foto gimana ramenya kawasan ini, karena padat banget dan rada khawatir dengan isi tas.

Engga semua warung ramai. Salah satu yang paling ramai adalah si MBAK SISKA ini:

Lihat saja jajanan yang tersedia:

Ambil saja sendiri/ pesan, ntar dihitung belakangan. Dan suasananya bener-bener ramai, orang ambil aneka jajanan tanpa henti. Aku sendiri cuma pesan TETEL BAKAR yang kelihatannya laris banget:

Biasanya, aku makan tetel biasa aja, engga pake dibakar. Yang ini jadi ada pahitnya, ketannya sih bagus dan aku suka makan beginian dengan gula pasir.

Kembali soal Kopi Joss:

Ternyata Kopi Joss rasanya biasa saja seperti kopi pada umumnya. Tapi (kembali lagi) karena ada arang membara dimasukkan kedalam larutan kopi, maka kopi jenis ini pun dikabarkan/ dipercaya mendatangkan banyak manfaat:

Arang yang dicelupkan pada Kopi Joss, seringkali dipertanyakan keamanannya oleh masyarakat luas. Namun sejatinya kopi arang juga membawa manfaat bagi kesehatan penikmatnya. Dibakar hingga suhu mencapai 250 derajat celcius, arang akan berubah menjadi karbon aktif yang bermanfaat sebagai pengikat racun yang ada didalam tubuh peminumnya. Penemuan akan fungsi arang sebenarnya sudah ditemukan berpuluh-puluh tahun lalu. Amerika Serikat pun menggunakan arang sebagai bahan dari obat anti racun, seperti Diarrest, Donnagel, dan lain sebagainya.

Dari berbagai fungsi yang dimiliki, maka penggunaan arang dalam Kopi Joss juga memberikan banyak manfaat. Karena sambil menikmati cita rasa kopi asli Yogyakarta, pembeli bisa mendapatkan manfaat dari zat karbon yang dilepas oleh arang.

Selain zat karbon, arang aktif juga mengandung zat sorbitol, yang berfungsi sebagai zat penyerap racun yang dibuangnya melalui saluran pencernaan. Arang juga dapat mengobat penyakit-penyakit seperti asam lambung, kembung, masuk angin, dan juga panas dalam (taken from here).

Unik sih. Layak dicoba!