Toko Oen (Semarang); Mampir Lagi, Dah.. Wkwkwk!

Gak banget ya ke Semarang tapi ga mampir TOKO OEN, walau ceritanya sudah simpang siur (ada yang bilang nih toko sudah dijual, resepnya ganti, dsb) dan rasa makanannya biasa saja.

Lokasinya masih sama, di JALAN PEMUDA 52, SEMARANG:

Pemiliknya sekarang jelas mempertahankan bentuk bangunan Toko Oen yang asli, di bagian dalam pun ada beberapa renovasi kecil (seperti menambahkan AC) yang diusahakan tidak merubah penampilan/ fisik bangunan (AC-nya tuh disembunyikan didalam beberapa ‘lemari kayu’ yang dirancang khusus):

Dan yeah, tempat ini ramai baik siang atau pun malam. Engga semua yang datang kesana turis, beberapa tampaknya orang Semarang sendiri.

Monggo dilihat menunya:

Untuk orang Surabaya, harga makanan tempat ini lumayan manusiawi sih (entah bagaimana kalo untuk orang Semarang). Awalnya sempat aku kira akan mahal, karena bagaimana pun Toko Oen adalah tempat wisata kuliner yang mungkin juga bagian dari icon kota Semarang.

Karena aku sudah kenyang, maka kali ini aku cuma pesan ICE CREAM saja sih:

Ice cream yang ini disajikan dengan KATETONG alias kue Lidah Kucing. Biasa saja keduanya. Ice creamnya engga seperti Zangrandi atau Ragusa, Lidah Kucingnya pun kasar dan engga seberapa gurih.

Didekat pintu masuk, ada 1 meja panjang berisi banyak toples kue kering dan cake:

Nih, aku fotoin satu-satu:

Kue ala Belanda engga kaya gini deh, beberapa bolu bahkan masih lebih enakan yang aku beli di pinggir jalan di Surabaya (di orang yang kalo pagi jual jajan pasar dan nasi mika’an ituloh).

Kue yang depan dengan kacang dan strawberry ini enak sih, ada manis (selai) dan gurih (dari kacang) gitulah:

Cake ini biasaaa banget, mungkin karena membuat segalanya jadi versi halal alias meniadakan rhum dll (sedangkan aku kadung ngarep cake coklat2 gini ada rhumnya haha *Belanda gituloh!*):

Sayang ah, kalo saja resep2nya emang masih asli dan mereka berani hire koki pastry yang ciamik atau pakai bahan2 lebih baik, jual mahal dikit pun aku yakin ada yang mau beli. Tapi itu pendapatku pribadi sih, haha mungkin pasar berkata lain.

Yang pasti, ciamik sih Toko Oen ini sudah bertahan berapa puluh tahun dan masih tetap ramai. Sukses, Toko Oen! See you soon <3.

Nama Toko “OEN” bukan sebuah toko pada umumnya melainkan nama salah satu restoran milik keluarga tertua di Indonesia yang masih dijalankan dan dikelola oleh keturunan langsung dari pendirinya. Restoran ini awalnya didirikan sekitar tahun 1910 di Yogyakarta oleh Liem Gien Nio (Oma Oen), istri Oen Tjoen Hok (Opa Oen) dengan nama “Oen Cookies Store” yang kemudian lebih dikenal dengan nama Toko “OEN”.

Restoran Toko "OEN" Semarang
Restoran Toko “OEN” Semarang

Sejarah Restoran Toko “OEN”

Sejarah awal Restoran Toko “OEN” hanya menjual kue dan es krim kemudian berkembang menyediakan masakan Indonesia, Belanda dan Cina. Toko “OEN” membuka cabang di Jakarta (1934) Malang dan Semarang (1936). Namun yang hanya dapat bertahan sampai sekarang adalah Toko “OEN” Semarang dan Malang (namun bukan lagi dikelola keturunan langsung).

Toko Oen Yogyakarta sebagai awal usaha tutup sejak tahun 1937 dan pindah ke Semarang setelah Kakek Oen membeli sebuah bangunan di Semarang yang telah memiliki Grillroom di di Jalan Bodjong 52 (sekarang: Jalan Pemuda). Tahun 1936 bangunan ini diubah sebagai Toko “OEN” Semarang. Sedangkan di Jakarta tutup pada tahun 1973 setelah toko dibeli oleh ABN Bank yang akhirnya dibongkar untuk pembangunan perkantoran.

Toko “OEN” Malang hampir saja tinggal kenangan. Pada tahun 1990 cabang Malang mengalami omzet yang menurun lantas menjual toko tersebut. Oleh pembelinya rencana akan direnovasi untuk dijadikan sebuah showroom mobil. Karena nama dan bangunan memiliki nilai historis di Malang, pemerintah daerah Malang melarang merenovasi bangunan bersejarah dengan cara apapun.

Akhirnya bangunan tetap utuh seperti sedia kala termasuk semua dekorasi yang identik dengan Toko “OEN”. Pemilik gedung baru kemudian terus memanfaatkan identitas dan merek dagang Toko “OEN” sebagai restoran dan toko es krim, meskipun saat itu tidak memiliki perjanjian apapun dengan pemegang paten merek dagang Toko “OEN” Semarang, termasuk resep asli Ny. Liem Gien Nio.

Restoran Toko "OEN" Malang
Restoran Toko “OEN” Malang

Restoran Toko “OEN” di Belanda

Banyaknya permintaan wisatawan Belanda saat bertamu di restoran Toko “OEN” di Semarang untuk berpartisipasi di Pasar Malam Den Haag Belanda. Selain itu banyak orang Belanda yang pernah tinggal di Indonesia merindukan dapur nostalgia Nenek Oen.

Pada tahun 1994 Toko “OEN” Semarang membuka sebuah kedai di Pasar Malam di Den Haag dengan menyajikan menu masakan seperti aslinya. Koki dan peralatan memasak didatangkan khusus dari Indonesia.

Anda telah membaca artikel Sejarah Restoran Toko “OEN” yaitu Sejarah awal Restoran Toko “OEN” hanya menjual kue dan es krim kemudian berkembang menyediakan masakan Indonesia, Belanda dan Cina (taken from here).

Oh ya, jangan lupa berfoto dengan Bapak ini haha:

Setiap kali aku balik ke Toko Oen – Semarang, dia selalu aku cari dan foto haha! Bahkan foto-fotonya kemudian aku kirimkan ke Toko Oen dan dia ingat aku :).

Alasannya apa? Bapak ini kerja udah puluhan tahun di Toko Oen, seragam yang dia pake tuh beda dengan yang lain. Dia pakai model yang sama persis dengan yang dia pake saat awal kerja di Toko Oen. Jadi buatku pribadi dia semacam icon Toko Oen (eh mendadak wondering kenapa pegawai lain engga dikasih seragam yang sama ya, kan bagus).

Dan setelah aku foto dia, mendadak ada beberapa pengunjung juga minta foto bersama haha!