Buddhist Festival 2018 (Surabaya) 30 Juni – 8 Juli

BUDDHIST FESTIVAL digelar lagi! Festival ini, per-5 tahun dan aku selalu datang. Trus, yang tahun ini katanya ini adalah yang ke-4. Gila, time flies! Berarti aku sudah 20 tahun di Surabaya rek… *mendadak merasa tua*.

Kita bakal disambut dengan acara memukul gong:

Jadi, tiap pengunjung dipersilakan memukul gong. “Biar hoki”, kata penjaganya. Tapi kalo buatku, ini semacam upaya ‘mengusir’ hawa negatif begitulah (ya bener sih kalo dibilang biar hoki).

Jadi jangan heran kalo dari kejauhan sudah terdengar suara gong dipukul terus-terusan, kawanku si baju biru itu malah memukul keras banget haha (dan ga dimarahin kok) :p.

Diseberang gong ada gajah putih dengan 6 gading:

Konon, gajah dengan wujud seperti inilah yang datang kedalam mimpi Ratu Mahāmāyā Dewi, Ibunda Pangeran Siddharta Gautama.

Diruangan setelahnya, ada lampion berbentuk baby Siddharta Gautama, sepertinya ini adalah adegan sesaat setelah Siddharta Gautama dilahirkan dan melangkah:

Didepannya ada patung Buddha yang bisa dimandikan dengan air bunga:

Tidak banyak adegan kehidupan sang Buddha yang digambarkan dengan lampion, ada 1 lagi berbentuk Buddha bertapa. Satu lagi, dalam keadaan tidur seperti ini:

Juga ada beberapa rusa:

Setelahnya, bagian arkeologi peninggalan Buddhist di Indonesia:

Ini tentu saja bagian yang menyenangkan buatku haha! Mereka membuat beberapa replika candi tapi engga semuanya aku foto. Aku cuma foto ini saja:

CANDI BAJANG RATU. Sejarah dll-nya bisa kalian cari di blog-ku atau Googling (kepanjangan kalo ditulis disini).

Ada PILAR ASOKA juga:

Ini penjelasannya:

Iniloh yang asik:

Detailnya asik lo (kelihatan banget yang bikin tuh niat), arca-arcanya dan segala prasasti, di crop dengan baik (btw dapet foto arca & prasasti2nya saja udah ciamik rek!). Dan sejak dari acara ini, aku jadi Googling banyak mengenai Sriwijaya – Sailendra. Sungguh menarik!

Tapi ini lebih asik lagi:

Ini adalah denah komplet Majapahit!!! Katanya nih, Keraton Majapahit berukuran 35 hektar (sebagai pembanding, Keraton Yogyakarta 1,4 hektar aja). Dan detailnya asik tuh, mana keraton, mana area pejabat, kuil dsb. Aah <3.

Sayang, yang ini engga aku baca keterangannya:

Dan ini dibuat dari pasir lho:

Trusss… ada juga ruangan dengan dinding kaca dan bunga-bunga lotus, cakep buat foto-foto tapi keadaan terlalu ramai hingga susah dapat foto bagus..

Setelahnya, ada banyak stan yang menawarkan buku, makanan vegetarian, minyak gosok, bahkan area mainan anak.

Tiket masuknya Rp. 20.000, bebas berlama-lama (termasuk ikut talk show, dll).