Bebek Bengil (Bali); Dirty Duck Dinner!

Kalo sudah sampe Ubud dan kepikir makan bebek, maka ada 1 pertanyaan sakral yang bakal kalian tanyakan/ dapatkan: makan di Bebek Bengil/ Bebek Tepi Sawah?

Kalo aku sih, jawabannya pasti BEBEK BENGIL, diĀ PADANG TEGAL, JALAN HANOMAN, UBUD, GIANYAR, BALIĀ simply karena Bebek Tepi Sawah sudah ada cabangnya di Surabaya wkwkw..

Tempatnya makin melebar saja yang di Ubud. Aku memilih tempat agak belakang biar lebih asri pemandangannya..

Hmm, benernya rada aneh sih soalnya kita duduk makan menghadap ke ‘kandang’ bebek. Rasanya kejam, makan bebek goreng didepan kawan-kawannya yang masih hidup haha!

Tapi kita saat itu sudah kelaparan banget. Lihat saja, lampu di Bebek Bengil sudah menyala sedangkan kita belom makan siang. jadi, langsung sajalah pesan BEBEK BENGIL, bebek goreng ala Bebek Bengil yang tenar sejagad raya…

Harganya sudah naik banyak (ya iyalaaah, aku terakhir ke Bebek Bengil tuh 5 tahun lalu rek!), tapi bebeknya gede! Dijamin kenyangnya maksimal <3.

1/2 ekor bebek loh, sizenya. Digoreng kering. Luarnya beneran kriuk, daging dalamnya ada yang masih moist, ada yang kering. OK aja sih (walau benernya aku lebih suka dagingnya yang moist), enak dimakan dengan sambal dan sayurnya.

Oh ya, si bebek disajikan dengan irisan jeruk manis dan semangka, juga nasi putih (jadi beli bebek gorengnya engga usah pake nambah nasi)..

Juga 3 macam sambal seperti yang aku foto ini:

Dari kiri ke kanan: sambal matah – sambal uleg – rajangan cabai. Kawanku minta kecap manis dan ada, lho. Jadi yang dari Jawa dan suka kecap manis, minta aja ke waitress ya.

Plus ada seporsi sayur seperti ini:

Sayurnya sederhana saja dan asik, cocok banget dimakan dengan bebek goreng dan aneka sambalnya.

Pokoknya, makan kuenyang banget dah! Kalo lagi engga kelaparan, kayanya 1 porsi bebek bisa dimakan untuk 2 orang cewe deh (paling-paling cuma perlu nambah 1 porsi nasi biar kenyangnya pas). Tapi kalo buat cowo, kudu 1 porsi penuh laaah.

Btw, ini menu lengkapnya ya: