Dapur Nyonya Besar (Surabaya); Eeh, Enak Iki Rek!

Setiap kali pergi ke daerah Nirwana Eksekutif, Mami ngincar tempat makan ini. Namanya, DAPUR NYONYA BESAR, di RUKO NIRWANA REGENCY RK-78, JALAN RAYA KENDALSARI, SURABAYA:

Alasannya? Karena anyar, haha! Kita sering cobain makan disekitar Nirwana Eksekutif dan sudah mulai bosan, maka ketika ada yang anyar, jadi pengen coba. Alasan lainnya: karena ada tulisan jual “Lumpia & Risoles”. Aku, penggila lumpia. Mami, penggemar risoles. Klop, kan?

Dan ketika aku kesana disaat jam makan siang, wow? Ramenya tuh kaya gini:

Cuma 2 meja aja yang kosong, rek! Tempatnya terbuka dengan beberapa kipas angin besar. Meja kursinya berderet rapi dan tempat ini terang, juga bersih sekali (ini yang bikin aku mood makan).

Ini daftar menu Dapur Nyonya Besar:

Menunya adalah aneka masakan Indonesia dannnn… a’la Madura (Bangkalan)!

Aku suka masakan orang Chinese-Madura (bukan pekara rasis, ya!). Masakannya cocok saja buat lidahku, karena mereka kebanyakan beraliran “Chinese-Babah”, sudah ada campuran sedikit Londo dan Indonesia. Jenis masakan macam itu yang aku suka.

LONTONG CAP GO MEH, misalnya. Buatku, ini makanan orang Chinese peranakan. Masakannya ya mirip dengan masakan Indonesia (mirip sayur kupat/ kupatan kalo di Jawa), namun sudah dimodifikasi:

Btw biasanya, Lontong Cap Go Meh disajikan engga berkuah gini sih, cuman yang ala Dapur Nyonya Besar ternyata berkuah. Makanan ini sejenis ujian buat Dapur Nyonya Besar (halah, emangnya UNAS?!), karena buatku Lontong Cap Go Meh tuh termasuk makanan “beresiko”.

Kalo engga ‘pinter mengelola’, Lontong Cap Go Meh yang sudah dimasak beresiko menjadi asin karena dipanasi berkali-kali (Depot Anda Fit termasuk yang jago sajikan Lontong Cap Go Meh syuper asyin), kuah santannya pun beda tekstur (ah, aku mendadak tampak seperti orang yang pinter masak).

Yang ini, lolos sempurna sodara-sodara!!! Santannya masih OK dan yang penting, engga ke-asin-an *bravo!!!*:

Dapur Nyonya Besar pakai sayur rebung, bukan manisa *tepuk tangan*, ada daging dengan bumbu merah (dagingnya empuk), ada ayam (kare/ opor ya ini…),  lontong (tentunya) dan aneka bubuk (biasanya bubuk serundeng & kedelai), 1/2 telur dengan bumbu kuning kental, juga sambal (baru kali ini aku makan Lontong Cap Go Meh pake sambal). Enak! Engga eneg/ mblengeri. Aku makan dengan kerupuk putih (kerupuk kaleng ituloh). Perfect!

Yang ini RAWON MERAH:

Setahuku, memang beginilah rawon khas Madura. Kuahnya engga hitam pekat, melainkan sedikit merah seperti foto diatas. Aroma Rawonnya sedap, disajikan hangat dengan taburan bawang goreng yang cukup banyak.

Potongan dagingnya pun cukup banyak, dengan harga yang ditawarkan. Empuk, pula!

Tentu saja, Rawonnya dimakan dengan NASI PUTIH:

Lengkap dengan sambal, kecambah mentah, juga (lagi-lagi) taburan bawang goreng. Nasi yang dipakai baik, bukan nasi yang keras. Jadi, menu yang satu ini pun tidak mengecewakan, bahkan kuahnya ludes tanpa sisa.

Yang ini, NASI CAMPUR DAGING (ada opsi pakai daging ayam):

Jujur saja, yang satu ini aku engga ngicip. Tapi komplet juga nih, pakai suun kecap, tahu, acar kuning (aku suka banget acara kuning!),  sambal bajak, daging dengan bumbu merah (kemungkinan Bumbu Bali?) dan 1/2 telur rebus dengan bumbu kuning kental. Daging dan telurnya sepertinya sama dengan yang dipakai di Lontong Cap Go Meh (karena itu aku engga icip).

Minumannya cukup variatif. Yang ini, SODA GEMBIRA:

Yang ini ES CAO SIRUP:

Dan yang blur ini, ES JERUK:

Ini, ES TEH MANIS:

Walau terhitung baru, servisnya bagus. Pegawainya sepertinya sudah terlatih, mereka cekatan, bisa menjelaskan dengan baik dan ramah. Kita engga menunggu lama, walau depot lagi penuh pengunjung.

Secara keseluruhan, tempat ini layak dikunjungi ulang!