369 Shanghai Dumpling and Noodle (Surabaya); Lain Dulu Lain Sekarang

Ada yang baru-baru ini makan di 369 SHANGHAI DUMPLING & NOODLE? Semalam aku ke 369 Shanghai Dumpling and Noodle dan kaget, ternyata banyak sekali yang berubah ya.

Pertama-tama, interiornya berubah menjadi seperti ini:

OK sih, kesannya jadi kaya kopitiam2 gitu (ya?), walau design yang lama menurutku juga sudah bagus. Sayang, pencahayaannya kok kurang enak buat fotoin makanan dan menu (penting sih ini kalo buat aku, haha.. secara aku butuh foto yang asik buat blog ini).

Perubahan lain, tentu saja dari buku menu (yang tampilannya jadi lebih modern dibandingkan versi sebelumnya):

Kemudian, penampilan makanannya pun berubah. Mangkok dan gelas, berubah semua (ga perlu ya aku informasiin ini), haha. Ini, adalah FRIED WONTON NOODLE – MIE KUNING:

Trus yang ini, PORK BELLY NOODLE – MIE KUNING:

Keduanya……… berubah (juga!!). Kirain, hanya interior – design buku – harga – alat makan doang yang berubah, karena seharusnya makanan di rumah makan tuh konsisten, engga ada perubahan walau unsur-unsur lainnya berubah. Lha ini, rasa makanannya kok beda?

Aku engga bisa bilang bagaimana, engga nemu kata yang tepat. Makanan pesananku, si Pork Belly Noodle itu engga bisa aku habiskan karena aku sama sekali engga bisa menikmatinya. Pork bellynya masak kecap kan itu, nah.. manisnya kecap engga dapet, rasa khasnya engga dapet, malah kaya ada kecut pahitnya (tapi aku jamin makanan ini ENGGA rusak/ bau). Mbuh wes.

Yang Fried Wonton Noodle, plain. Sampe dimakan dengan acar banyak, sambal, dikasih ini itu, tetap saja gagal dinikmati. Jadi, kawan makanku juga gagal menghabiskannya. Haish.

Setiap pemesanan mie, akan didampingi dengan semangkok kuah kaldu seperti ini:

Kuahnya polosan saja, minim minyak, tapi rasanya juga biasa banget. Engga gurih, engga juga tasteless. Aduh, entahlah aku engga nemu kata-kata yang tepat.

Aku tambahin sambalnya yang biasanya cetar fenomenal tapi kok juga gagal nolong. Kenapa ya, ini sambal emang sih secara wujud masih mirip tapi kok menurutku berbeda. Tapi aku engga bisa bilang, beda dimana dan apanya (karena juga rada-rada lupa2 ingat), yang pasti.. rasanya engga seperti yang dahulu:

Trus ini acar cabenya, aku foto aja sekalian:

Ah, over all, mengecewakan. Aku biasanya selalu mengupayakan apa yang aku pesan, aku habiskan. Dan setelah sekian lama, ya baru ini nemu makanan yang engga bisa aku habiskan karena engga bisa dinikmati rasanya.

Sayang sekali. 369 Shanghai Dumpling and Noodle itu sudah punya nama dan berhasil bertahan sekian lama, pasti karena selain managemen kerja yang baik, tentu juga karena rasa makanan yang konsisten. Lha kalo rasa makanannya berubah gini?

Kalau kalian masih berminat ke 369 Shanghai Dumpling and Noodle, silakan mendatangi tempat-tempat berikut:

  • JALAN IMAM BONJOL 50, SURABAYA
  • JALAN JEMURSARI 101, SURABAYA
  • TUNJUNGAN PLAZA II LANTAI 5, SURABAYA
  • MANYAR KERTOARJO 5/ 16, SURABAYA
  • RUKO SURYA INTI PERMATA, JALAN  MAYJEND SUNGKONO II/ B-1, SURABAYA

Kalo aku sih, sepertinya kurang ada minat untuk balik *nyengir*…………….

Dan aku teringat dengan Mie Restu yang memang rada mirip dengan 369 Shanghai Dumpling and Noodle. Kayanya abis ini lebih baik makan di Mie Restu saja. Walau dia tempat makannya engga modern, biasanya cuma di kelas pujasera, tapi minimal sampe sekarang rasa mie-nya konsisten dan enak.