Rujak Cingur Joko Dolog (Surabaya); Pindahan Embong Sawo

Dulu di Jalan Embong Wungu ada warung kecil jual rujak cingur dan ramai banget. Setelah menjalani pencarian (di jaman Google belum tenar), akhirnya ditemukan bahwa si rujak pindah ke daerah Joko Dolog sana (lokasinya jejeran plek dengan situs purbakala itu), tepatnya di JALAN TAMAN APSARI, SURABAYA:

Namanya pun kini berubah, menjadi RUJAK CINGUR JOKO DOLOG (EX LAPANGAN TENIS EMBONG SAWO). Buka dari jam 10am sampai 4pm, setiap hari dan langsung ramai!

Tempat makannya sederhana saja, berwarna biru terang dan cukup bersih tapi sempit. Sering banget ada adegan ‘tabrakan’ dengan sesama pembeli (bahasa sederhananya: senggolan, haha). Keadaan sedikit diperparah dengan lembabnya suhu kota Surabaya yang cuma diusir dengan 1 kipas angin kecil.

 Penjualnya, sama seperti yang di Embong Sawo:

Segala rujak pesanan kita,

Inilah penampakan rujak cingurnya:

Bumbunya pekat dengan gerusan kacang cenderung kasar (aku sih doyan kacang yang engga terlalu lembut). Isi rujaknya sama saja dengan kebanyakan rujak cingur lainnya: cingur sapi, tahu – tempe goreng, mie, kangkung & kecambah rebus, aneka buah dan sayur (nanas – kedondong – timun – bengkoang – mangga muda, dll).

Buatku, bumbunya terlalu pekat dan gelap, rasanya mendominasi. Rujak cingur di Pasar Atom, lebih cocok untukku. Tapi yang satu ini bisa dinikmati & banyak banget penggemarnya. Antri2!

Yang ini, ES KOLAK:

Aku yakin seharusnya nih kolak manis, tapi karena aslinya hangat dari atas kompor dan diberi es (karena aku kepanasan dan ogah minum kolak anget), maka es pun mencair, kolak menjadi dingin, tapi engga manis haha. Gapapa, lah. Biar engga terlalu banyak ‘dosa’ gula :p.

Disebelahnya, ada Bakso Jalil yang terkenal itu. Jadi, sekali dayung bisa 2 kuliner yang diicip sembari nampir ke Joko Dolog, arca Buddha Mahasobhya yang dianggap sebagai perwujudan Raja Kertanegara, raja terakhir Singhasari.