Gudeg Yu Djum (Yogyakarta); Iconnya Gudeg Banget, Dah..

Ke Yogyakarta tanpa makan gudeg seperti ke Paris tanpa foto dengan Eiffel, untuk beberapa orang. Kalo aku, aku bukan penggemar makanan Indonesia bersantan-santan, jadi engga makan gudeg pun engga apa. Tapi kembali lagi pada kalimat pertama, ada yang resah gundah gulana kalo engga makna gudeg haha!

Aku sih suka Gudeg Yu Sri, yang lebih ‘modern’. Tapi GUDEG YU DJUM tuh terlaaaalu kuat image-nya sebagai icon gudeg Yogyakarta. Maka, kita ujung-ujungnya ke JALAN WIJILAN 167, YOGYAKARTA:

Ada beberapa lokasi makan Gudeg Yu Djum di Jalan Wijilan, tapi si Tante bilang kalo yang di nomor 167 ini yang paaaling enak, sip dan yahud. Tempat makannya sih emang paling apik dibanding Gudeg Yu Djum lainnya:

Menunya (taken from here):

Semua penampilan dan isi gudegnya sama saja, bedanya cuma pada detailnya saja. Kalo yang ini misalnya, NASI GUDEG KRECEK TELUR AYAM SUWIR:

Yang ini, NASI GUDEG KRECEK AYAM SAYAP:

Yang ini, NASI GUDEG KRECEK TELUR PAHA ATAS:

Entah sugesti/ apa ya, tapi menurutku kok rasa gudeg yang ini beda dengan Gudeg Yu Djum lainnya. Yang ini, daging dan lauknya tidak terlalu kering, rasanya juga tidak terlalu manis (walau masih tetap lebih manis dari kebanyakan gudeg yang dijual Surabaya). Jadi, ini masih bisa dinikmati lah.

Gudeg Yu Djum cabang lain, menurutku kok lauknya terlalu kering, penyajiannya juga, ayamnya sampai keriiing gitu. Yang dicabang ini, engga.

Btw, sempatkan mampir di bagian depan. Ada aneka lauk Gudeg Yu Djum yang berjajar dan menarik untuk dilihat (apalagi difoto!):

Dibagian bawah meja, masih ada beberapa lauk lain yang disiapkan untuk tambahan. Telur segunung gini, konon habis kurang dari 1/2 hari:

Disini, saking ramainya pembeli sampai ada tumpukan piring nasi di meja samping. Jadi, mereka tinggal kasih lauk saja dan mengirimkan ke meja pemesan.

Dan ini kalo kalian bungkus, wujudnya akan seperti ini (disimpan di besek bambu, lauk saja, tanpa nasi):