Roti John (Surabaya); Lunas Sudah Penasaranku!

Sudah agak lama aku berusaha tidak bilang “enak” atau “ga enak”, karena selera orang berbeda-beda. Buktinya, ada saja kan tempat makan yang makanannya biasssssa aja tapi antrinya sampe berjam-jam.

Aku sekarang lebih cenderung berusaha memberi deskripsi terhadap makanan yang lagi ditampilkan. Agak susah, translate apa yang lidah rasakan dalam bentuk tulisan, namun.. itu harus dilakukan. Termasuk kepada ROTI JOHN ini:

Seorang kawan yang sudah sangat lama tidak kontak, tiba-tiba menyapa lewat WA dan tanya, “Tau Roti John?”.

Belum sempat aku jawab, dia menulis lagi: “Rotine lo, sampe antri-antri, bla bla bla, orang beli kruntelan bla bla bla” sambil memberi link youtube.

Well, aku sih penasaran dibuatnya, tapi engga kepikir sampe mau antri sendiri. Alasannya: lokasi jualnya terbuka, sedangkan seharian Surabaya hujan. Belum lagi kayanya antri mengular, apalagi saat itu Malam Minggu, wah.. ga banget lah kalo abisin waktu cuma untuk antri roti.

Maka, jasa Gojek pun digunakan. Aku pesan jam 6.35pm dan si Bapak Gojek telepon aku, bilang gini: “Mbak, ini mbaknya udah pesan belum? Kalo belum, ada kemungkinan rotinya sudah habis lho”.

WHAT?!! Kata gosip, Roti John buka jam 6pm, trus.. jam 6.35pm dibilang ada kemungkinan udah abis? Oh, wow!

Jam 7pm Bapak Gojek telepon lagi, “Mbak, rotinya masih ada, tapi Sampean sing sabar nggih, saya dapat nomor 30, yang dijualin sekarang masih nomor 7”. Aku jawab saja, “Saya sabaran kok Pak, semangat ya!”.

Tebak. Jam berapa Roti John nyampe di lokasiku yang benernya cuma 2km saja dari lokasi jual Roti John? Wkwkwk…….. jam 9.10pm!!! Ini, penampilannya:

Aku pesan ROTI JOHN PANJANG, 2 versi PEDAS, 2 versi TIDAK PEDAS (awalnya mau pesan 6 loh hahaha *kalap*, tapi karena pertimbangan ini itu jadinya pesan 4 saja (untuk makan ber-7).

Pada kemasan plastiknya, ada keterangan seperti ini:

“Rori lemes + telor + daging sapi + keju + rempah + sayuran + aneka mayo”. Baiklah.

Aku buka Roti John pake suara tabuhan genderang goib haha *lebaiii* dan tadaaa, inilah 1 porsi utuh ROTI JOHN PANJANG – TIDAK PEDAS pesananku:

Ini penampilan dari samping:

Nah, soal rasa…. (ini dia, babak penentuannya), hmm..

Roti John ini sesuai deskripsi tulisan pada kantong plastiknya. Rotinya pake roti empuk, bukan jenis-jenis roti keras, Bentuk rotinya panjang, mirip roti hot dog tapi 30-an centimeter gitu.

Trus berasa ada gurihnya telur dadar (komplet dengan kulitnya)..

Hmm daging sapinya kaya cacahan gitulah, kayanya dicampur dengan telur dan rempah yang semuanya tenggelam didalam limpahan saus mayo aneka rupa dan rasa (ada saus tomat & cabe botolannya juga deh kayanya).

Secara sederhana, ini sih modifikasi sandwich.

Konon, Roti John ini muncul disekitar Malaysia – Singapore, saat seorang pelaut bernama John meminta seorang keturunan India membuatkan dia sandwich. Kata Mbah Wiki sih seperti ini:

Roti John is an omelette sandwich that is a popular snack item in Singapore, Malaysia and Brunei.

The ingredients include minced meat (chicken or mutton), onion, egg, tomato-chilli sauce and a baguette-type loaf.

The minced meat, egg and chopped onion mixture is poured into a frying pan and then split long, soft rolls are pressed into the mixture. When the egg is set, the whole roll is then flipped over to toast the other side. The roti is lifted onto a plate, liberally spread with salad, chilli sauce and mayo, before being cut into several portions. A variant is to place the minced meat, onions and sauce inside the baguette, then baguette dipped into beaten egg, and the whole then pan-fried on the frying pan.

In Malaysia, beef, mutton, sardines and other variations have been added.

Roti is the Hindi, Urdu and Malay word for bread, and more generally for any bread-based or bread-like food, including sandwiches and pancakes. The origin of john in the name is allegedly due to the Western origin of the baguette and the tomato sauce used in the dish.

Multiple theories about its origin exist, the earliest tracing it to food hawkers in Singapore in the 1960s or 1970s. The dish spread to Malaysia via Tanjung Kling, Malacca, as early as 1976–1978 (taken from here).

Trus, jangan lupakan ada kata “rempah”!!! Nah, rempahnya ini yang bikin Roti John aduhai karena entah kenapa.. kok bikin ingat makanan India ya :p. Eh, aku engga anti makanan India loh. Aku pribadi cuma kurang menikmati rempah2 yang dicampur dengan keju dan mayo.

Tidak ada yang spesial dengan rotinya (kan ada yak sandwich yang rotinya saking enaknya, sampe dinikmati rotinya aja udah happy). Isinya pun teksturnya satu macam (beda kalo kalian makan sandwich/ sushi yang ada timun, telur, dll), kejunya engga ada rasanya (bisa dimaklumi karena harga Roti John murah dan kejunya maha berlimpah), bahkan engga ada aroma apapun yang keluar ketika bungkusan roti ini aku buka.

Semua ucapan panjang lebar diatas kalo mau dipersingkat jadinya gini, “Cukup sekali” :D.

Tapi kembali lagi, ini kan komenku ya, berdasarkan seleraku. Tapi buktinya kan ada aja yang antri sampe 3 jam, bahkan mungkin repeat order. Lagian ciamik ini, masih antri2 setelah buka 6-7 bulan (dan cabang2 di kota lain sudah bangkrut – tutup – berguguran).

Jadi, silakan dicoba sendiri lah. Make sure, engga ada kulit telor di Roti John kalian yak :p.

Menu:

  • Roti John Panjang: 22k (by Gojek: 25k)
  • Roti John Pendek: 11k (by Gojek: 13k)
  • Monster John (extra telur, keju, daging, cheese): 30k (by Gojek: 37k)
  • Estra Telur: 4k (by Gojek: 5k)
  • Estra Daging: 5k (by Gojek: 6,5k)
  • Estra Sosis: 5k (by Gojek: 6,5k)
  • Estra Cheddar: 4k (by Gojek: 5k)
  • Estra Mozarella: 12k (by Gojek: 14k)
  • Creamy Cheese Sauce: 4k (by Gojek: 5k)

PS: ini foto real, rotinya engga dipenyet2/ dipercantik, ya wes apa adanya, ga sampe full permak kaya foto di ig-ig berbayar ituh..