Donburi Ichiya (Surabaya); Enak, Tapi..

Aku lagi punya hobby baru. Ke Tunjungan Plaza dan ngubek plaza legendaris yang (terus-terusan makin) gedeee itu.

Aku berasa udik maksimal ketika menemukan Informa di TP-6 misalnya, yang isinya beda dengan Informa mana pun di Surabaya. Pertama kali bertemu Miniso juga di Tunjungan Plaza (padahal di Malang udah lama ada :p), haha!

Trus, setiap kali ke Tunjungan Plaza, aku mewajibkan diri cobain tempat makan yang belum pernah dicoba sebelumnya. Chir Chir, sudah. Maka kali ini, aku ke tetangganya. DONBURI ICHIYA, di TUNJUNGAN PLAZA 6 LANTAI 5, SURABAYA:

Tempat makannya sederhana saja, juga engga punya balcon. Jadi, semua pengunjung makannya di 1 tempat ini saja:

Cukup nyaman.

Aku engga bisa fotoin menunya (karena menu cuma ada di meja pemesanan & situasi lagi antri), tapi untung mereka punya daftar menu yang boleh dibawa pulang. Nah, itulah yang akhirnya aku foto:

Agak membingungkan (kalo baca menu yang di meja pemesanan). Sampai akhirnya aku menemukan cara mudah untuk memesan.

Jadi gini, intinya ada 4 menu dasar:

  • GYU DON (daging sapi)
  • ABURI SALMON DON (ikan salmon)
  • YAKITORI DON (daging ayam panggang)
  • KARAGE DON (daging ayam goreng)

Pilih aja 1 diantara 4 menu itu.

Kemudian, pilih mau size regular/ small.

Terakhir, tentukan mau nambah: saus apa, topping apa. Nah, ini yang bikin pusing karena salah menjodohkan saus dan topping, rasanya bakal seperti pernikahan tanpa cinta dong? Eaaa.. (kejam banget perumpamaannya).

Kalo mau aman, ikuti saran mak comblang *trust me*:

Dan setelah mumet pake pegangan baki makan, inilah menu makan siangku (di jam 4 sore!):

Aku pilih SOY HONEY KARAAGE WITH MELTED CHEESE.

Aslinya cuman ayam karaage, nasi dan melted cheese. Yang merah-merah itu tambahan yang aku kasih sendiri (oh ya, ada meja berisi Ocha dingin untuk refill minuman, nah.. di meja yang sama ada rajangan  cabe, cabe bubuk, shoyu, dll yang bebas kalian tambahkan pada mangkok makanan).

Eh, enak loh ini!

Aku emang lagi laper banget waktu itu (lha makan siangnya aja baru jam 4pm), trus dapet makanan kaya begini, ya happy. Tapi beneran doyan (bukan karena lapar trus semua dibilang enak).

Daging ayamnya tuh empuk banget, dari bagian paha ayam kayanya (karena engga berserat seperti daging dada ayam) dan moist. Ayamnya digoreng dalam balutan tepung bumbu, nah.. tepungnya ini garing, gurih. Dan ini entah kenapa, rasa gurihnya mengingatkanku dengan makanan Jepang yang dulu sering aku makan waktu kecil, di Surabaya.

Trus, aku pesan tambahan melted cheese kan. Nah, cheese-nya emang di torch tapi engga gosong-gosong. Jadi engga ada rasa pahit (BT kalo makan sesuatu dengan melted cheese yang di torch sampe gosong).

Jadi, iya.. semua rasa sih OK. Aku nyuap makanan tuh dengan bahagiaaa, gitu. Oh, jadi kaya gini ya rasanya orang lapar yang akhirnya makan. Bersyukur jadinya, ada rejeki bisa makan, makanannya enak, disajikan hangat. Tuhan itu baik.

Trus, kok di judul blog ada kata “tapi”? Yeah, semuanya emang OK, tapi………….. porsinya iniloh! Aku sudah pesan menu regular (read: porsi normal) aja masih berasa lapar ketika makananku habis! Awalnya, aku pikir aku bener-bener kelaparan waktu itu, tapi waktu aku post di FB lhaaa… kok banyak temen bilang “porsinya kekecilan!”. Eaa, normal deh aku.

Minumannya, ada beberapa pilihan. Aku lupa apa aja, yang pasti aku pesan kopi karena ngantuk (2x weekend treakhir dihajar dengan banyak tamu dan jam bobo pendek). Penampilannya seperti ini:

Nih minuman free refill TAPI engga bisa kopi lagi. Berikutnya, silakan refill Ocha (dingin) sampe mabok :p. Bener-bener unlimited.