Bebek & Ayam Goreng Papin (Surabaya); Enak!

Hayo, ngapain aku malam-malam di Jalan Kalianyar?

wkwk, engga ke toko pigura sih (mentang-mentang tokonya nongol di foto). Aku pergi ke UJUNG JALAN KALIANYAR, SURABAYA untuk kruntelan bersama pecinta bebek lainnya, di BEBEK & AYAM GORENG PAPIN:

Tempat ini hanya buka jam 5pm hingga sekitar jam 10pm (tapi please datang sebelum jam 9pm kalau masih mau kebagian bebek). Dari awal, tempat ini selalu rame:

Ini aku foto saat aku pulang (bebeknya udah pada abis tapi masih aja ada yang datang dan antri pesan):

Mari, lihat daftar menunya:

Jangan bingung. Intinya, ada beberapa ukuran bebek dan ayam, yang paling kecil dihargai 12ribu/ potong dan yang terbesar 25ribu/ potong. Aku biasanya ambil yang 21ribu-an (rada geli kalo makan yang potongannya gede).

Btw, bebek siap gorengnya ‘bertebaran’ dimana-mana (saking banyaknya). Mereka punya beberapa meja, untuk menyimpan bebek-bebek ini:

Semua bebek dan ayam yang kita pesan akan digoreng sebentar oleh Bapak ini:

Dan inilah, Bebek Goreng Papin (Paha) – 21ribu pesananku (disajikan dengan bill!):

Ini, bebek lainnya:

Ukurannya memuaskan! Ukuran Jerohan Goreng-nya (aku pesan rempelo/ ampela) juga engga mengecewakan. Tampak sangat menggoda, kulit/ bagian luarnya tampak garing kecoklatan dan gurih berbumbu.

Nih, aku close up bebek dan jerohannya:

Si bebek sangat sangat empuk (sengaja 2x nulis “sangat”)!!! Dagingnya lepas secara suka rela dari tulangnya, kulit bebeknya kriuk gurih dan dagingnya moist. Dimakan begitu saja udah enak, tapi kalo mau makin maut, makanlah si bebek dengan nasi putih hangat:

Nasi putihnya disajikan dengan lalapan sederhana (timun – daun kemangi – kubis) dan semangkok kecil kuah kaldu bebek yang berwarna kuning. Tambahkan sedikit kuah kaldu itu ke nasi atau cocolkan bebek ke kuah tersebut agar terasa lebih gurih (beberapa kawan suka menyiramkannya ke bebek).

Sambal? Oh, itu wajib..

Sambalnya pedasss!!! Aku hanya ambil sedikit saja dan menyampurnya dengan kecap manis agar pedasnya berkurang:

Ini, meja makanku setelah bertahun-tahun aku engga makan di Papin:

Btw, ini tempat bikin minuman:

Aku akhirnya pesan Es Jeruk Manis (kalau difoto atas kalian lihat ada Pocari, itu aku bawa sendiri):

OK kok, minumannya. Tapi masih pake es balok nih, bukan es yang tengahnya bolong (ada kawan yang engga mau minum dengan es jenis itu :p).

Btw,  bill-nya yak:

Terjangkau :).