Chir Chir (Surabaya); Fusion Chicken Factory

*tersipu*

Ternyata CHIR CHIR bukan bener-bener brand anyar di jagad kuliner ya (walau masuknya ke Surabaya baru-baru ini). Aku pikir ini pendatang baru, gitu. Ternyata kawan di Makassar udah kenal (apalagi yang di Jakarta), haha. Duh, udik tenan wes. Mainnya kurang jauh :p.

Singkat kata, Chir Chir ini adalah tempat makan makanan Korea, gitu. Di Surabaya lokasinya hanya ada di TUNJUNGAN PLAZA 6 LANTAI 3, SURABAYA:

Entah apa yang membuatku masuk ke tempat ini. Waktu itu aku lagi menunggu kawan untuk makan siang dan ada free time sekitar 2 jam sebelum kita bertemu, jadi aku putuskan mengelilingi TP6 dengan lebih serius *halah* dan jadi kepikir untuk makan di tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya. Chir Chir tentu saja langsung menjadi kandidat, bersama Chop Buntut.

Tapi entah kenapa akhirnya aku masuk ke Chir Chir dan berikut ini adalah buku menunya per Januari 2018:

Di kunjungan pertama, aku memesan Nest Chicken:

Intinya, ini fillet ayam digoreng tepung, disajikan dengan sayur, keju (dan cream?), juga mashed potato (ditengah ayam yang bentuknya gumpalan putih itu):

Rasa? Benernya OK saja, tapi porsinya besar! Walau ditulis untuk ber-2, tapi aku dan kawanku gagal menghabiskan. Untung saja, suaminya menyusul dan habislah ‘kandang ayam’ ini se-resik-resiknya *hooray* :p.

Ayamnya empuk, tepungnya kriuk gurih, saus kejunya enak sih (asalkan kita engga makan kebanyakan) dan mashed potatoes-nya lembut, juga cenderung cair, berasa bumbunya. Cuman kentang selembut itu dengan saus keju, aaah…………. berat, Mas.

Untung saja, kawanku pesan salad! Haha, menu ini emang dipesan belakangan, karenanya walau dia punya status appetizer, munculnya malah kaya’ desserts TAPI ini sungguh menjadi penyelamat! Kenapa?

Karena Ricotta Cheese Salad ini weeeenak syekaliii!!!

Baru sekali ini seumur idup aku memuji salad sampe pake 3 tanda pentung (!!!), hahaha :p. Awalnya, aku meremehkan salad ini. Ya iyalah, pucat dengan dedaunan gitu. Tampak a bit messy dengan mayo dan keju diatas salad.

Kawanku sih anteng banget, mesam mesem (kayanya dia bahagia karena akhirnya bertemu denganku, haha *GR maksi*, cerita ini itu dengan semangat dan tangannya terus

Saking enaknya, sampe keesokan harinya nih aku seret sepupuku ke Chir Chir. Demi apa? Demi salad!!!

Told’ ya, Dewi engga pernah seperti ini deh, bela2in pergi makan salad haha! Untungnya, sepupu dengan mudah dirayu & dijerumuskan, hahahaha *ngakak lihat foto ini*:

Jadi Ricotta Cheese Salad nampang lagi. Dan nih, isi saladnya kali ini lebih nampang (belajar dari kesalahan foto pertama yang engga nampak detail isi saladnya, karena belom tahu kalo saladnya enak wkwkw):

Ada selada, gabbage ungu, serutan wortel, baby tomatoes, kismis, blue berry, almond, potongan lemon, dll. Oh, tentu saja serutan keju dan Ricotta cheese (yang bentuknya kaya’ cream itu). Saranku, cari potongan lemon, peras isinya diatas salad sebelum makan dan dhiarrrrr…… rasa saladnya menjadi luar biasa haha! Aduh, cilaka.. kayanya aku beneran kena pelet sampe muji2 salad kaya gini :p.

Dan porsi segini, kurang! Wkwkw (nih salad kalo engga mahal mungkin aku rela pesan 3 porsi deh!)..

Ayamnya? Kali ini aku pesan yang beda (iyalah!):

Aku pesan 1/2 porsi Crispy Fried Chicken dan 1/2 porsi Spicy Chicken (catat: ini engga ada di menu, tapi kalian emang boleh pesan menu kaya’ gini dengan syarat kudu pesan 1/2 Crispy Fried Chicken, 1/2-nya lagi terserah deh mau ayam yang mana) .

Yang kaya’ KFC ini, adalah si menu wajib. Crispy Fried Chicken:

 

Yang ini, kulitnya asik banget; kriuk gurih. Dimakan begitu saja udah enak, apalagi dimakan dengan saus mustard selagi si ayam panas.

Yang merah ini, tentu saja si Spicy Chiken:

Awalnya, kita merasa cerdas karena ayam yang kita pesan adalah 2 ayam yang berbeda (banget) teksturnya. Yang satunya garing kriuk, satunya lagi kulitnya emang garing tapi disajikan sudah dengan saus yang membasahi tepung. Jadinya pliket-pliket gitu, lah.

Masalahnya, setelah dicoba.. si Spicy Chicken engga sesuai dugaan – harapan – ekspektasi, haha! Pengennya kan ayam goreng bersaus merah seperti di Myoung Ga (eits, ujung2nya nge-bandingin dengan Myoung Ga mulu :p), eh.. dapetnya lain. Kurang mantab, gituh.

Tapi tetap saja enak, terutama jika dia dicocolkan ke saus mustard berwarna kuning itu, plus dimakan dengan ‘acar’ ala Chir Chir:

Engga usah kuatir tangan bakal kotor selama proses makan, karena Chir Chie menyediakan sarung tangan plastik seperti yang diperagakan model *halah*:

Minum? Kalo di kunjungan pertama, aku cuma pesan Ocha dingin (yang rasanya seperti air rebusan jagung – caramel, persis seperti yang aku minum di Ojju – TP5), free refill dan engga kefoto, saking seru-nya ngobrol bareng kawan anyar.

Pas kunjungan kedua, pesan Passion Yellow Tok! Tok!

Kirain yah, kita langsung dapat 1 pitcher minuman dari campuran sirup Markisa, es dan soda, titik. Eeh, ternyata ada adegan menarik (yang terlewatkan untuk direkam!). Itu botol (foto atas), bisa merubah air biasa menjadi anggur (eh, ini mah adegan kitab suci) sparkling water!

Entah gimana (lagi ga konsen soalnya), tau2 muncul deh buih kecil dan gas didalam btol tertutup yang setelah reda kemudian isinya dituangkan kedalam pitcher:

Setelahnya, ntar si Mbak bakal tuangin isi pitcher ke dalam gelas-gelas minum. Full service pokoknya!