Depot 21 (Malang); Chinese Food Legend!

Depot 21 (Malang); Chinese Food Legend!

Aku kalo ditanya, Chinese food mana yang paling OK, jawabnya engga pernah berubah. DEPOT 21, JALAN BRIGJEND SLAMET RIADI 94A, MALANG.Dan tempat ini, saking spesialnya, aku jadikan artikep pembuka tahun 2018 :).

HAPPY NEW YEAR EVERYONE! Semoga tahun ini jauh lebih baik dari 2017, kita semua sehat dan bahagia, umur panjang dan rejeki lancar :).

Balik ke Depot 21, ini depot langgananku sejak masih balita sampe 1/4 uzur begini. Setiap kali ke Malang, dibelain stay sampai lewat Maghrib demi bisa beli makanannya. Dan kalau sampai bisa makan ditempat seperti kunjungan kali ini, itu namanya rejeki luar biasa!!!

Lihat Oom pakai kaos krem? Dia masternya. Man behind wok selama puluhan tahun!

Karena alasan kesehatan, kini anaknya (yang usianya belum 30 tahun tuh) yang berada di balik wajan:

Dan ada yang hebat: RASA MASAKANNYA KONSISTEN! Sama sekali engga ada bedanya, antara masakan papa vs masakan anak, apalagi si papa juga masih mengawasi dapur. Jadi, mau pesan apa saja, aku jamin cita rasa masakannya akan sama dengan Depot 21 yang kalian kenal.

Menunya engga berubah dari tahun ke tahun (sampai hafal luar kepala):

Dan ada beberapa menu yang menjadi “wajib pesan” versiku. Yang pertama, NASI AYAM:

Mau dari dari ujung kulon sampe wetan, engga ada yang kaya’ gini. Dijamin!

Aku waktu makan di Depot 21 ini, bawa tamu dari Manado dan Tual yang sudah menjelajah ke banyak tempat di Nusantara namun engga nemu Nasi Ayam model begitu.

Nasinya digoreng dengan bawang putih dan telur, kemudian disiram dengan kuah kental berisi cacahan udang, ayam, sawi dan banyak bawang merah. Makan aja semuanya (se-bawangnya juga), sedap! Gurih enak, gitu. Aargh, jadi lapar!

Lanjut ke menu klasik, NASI GORENG:

Nasinya engga merah menyala, digoreng kering hingga agak sedikit gosong. Nah, ini dia yang asik, nasinya mantab sekali rasanya. Bumbunya kaya masuk semua, trus lihat deh.. selain telur, ada juga udang dan jumlahnya cukup banyak kan. Enak nih dimakan dengan TAMIE CAP CAY (plus Ko Lo Kee):

Tamie Cap Cay dimana aja ada, apalagi di Jawa yah (soalnya di Aceh kagak ada beginian haha!). Tapi yang ini, spesial pake “banget” karena mie-nya khas. Gepeng kering, kecil-kecil. Kemana aja aku pergi, cari Tamie model beginian, engga ada loh. Bumbunya kental, rasanya gurih asik dan isinya komplet dengan wortel, sawi, daging ayam, kee kian goreng, dll.

Maha wajib lainnya adalah KO LO KEE. Aku kalo ke resto Chinese food seringnya pesan 3 sekawan: Tamie Cap Cay – Ko Lo Kee – Nasi Goreng, tapi bukan karena kebiasaan itu (saja) aku menjadikan Ko Lo Kee ini menu wajib:

Kagak ada deh Ko Lo Kee yang kuahnya manis kecoklatan seperti ini (walau belakangan aku nemu di A Hong, Surabaya), dengan saus yang khasss banget. Engga seperti saus asam manis di resto/ depot Chinese food manapun (yang biasanya kalo gak orange, ya merah membara warnanya):

Daging ayamnya dipotong kecil-kecil, digoreng dalam balutan tepung yang kriuk halus (bukan kriuk kaya’ keripik) ketika dimakan. Sayurnya ada timun dan wortel saja, pas gituh. Ada manis, ada segernya timun, ayam empuk, juga wortel yang rada keras (wortelnya bukan wortel rebus). Duh, top lah ini!

Yang terakhir maafkan, fotonya blur karena diambil cepat-cepat:

CAP CAY KUAH. Aku engga icip sama sekali karena makanan lain lebih punya unsur nostalgia, haha! Tapi yang berkuah hangat gini, cocoklah buat kota Malang yang dingin..

Btw, percayalah.. pesan MIE GORENG (mienya ini engga sama dengan tempat lain, mie pipih dengan sedikit kuah berbumbu sedap), KODOK GORENG, juga FU YUNG HAI. Andai saja aku makan dengan lebih banyak orang, menu-menu itulah yang akan aku pesan juga.