Alfatin Cafetaria (Pulau Rubiah – Aceh); Akhirnya Makannnn!

Ya Tuhan, susahnya perjuanganku untuk makan hari itu. Selesai naik kapal menuju Pulau Weh, aku masih kudu naik kapal lagi ke Pulau Rubiah, untuk makan. Untuk orang biasa, ini akan jadi perjalanan maha eksotik, tapi buat orang yang merasa dirinya adalah titisan Dewa Kucing (read: takut air) dan belum makan sejak pagi hingga jam 2.30pm, ini adalah sebuah p.e.r.j.u.a.n.g.a.n! Wkwkwk..

Singkat kata, akhirnya kapal merapat ke Pulau Rubiah dan aku kudu naik tangga kayu lagi untuk bisa makan di warung-warung ini (sempat bilang ke nahkoda: “Bisa gak sih makanannya aja yang dibawa ke kapal” dan aku cuma diketawain, trus disuruh naik tangga *nyengir*):

Pulau Rubiah adalah pulau yang tidak berpenghuni, karena tidak ada sumber air. Semua manusia ini akan menghilang bersama dengan hilangnya matahari. Mereka semua akan balik ke Pulau Weh. Jadi, warung-warung ini hanyalah tempat masak dan makan, bukan tempat tinggal.

Aku engga memilih tempat makan. Begitu sampai disana, sudah ada 3 meja panjang berisi nasi, aneka ikan bakar, sambal + kecap manis, sayur, botol Aqua dan buah semangka menanti. Aku tidak tahu, ikan apa saja yang dibakar untuk kita:

Yah, namanya juga lapar. Semuanya berasa enak, termasuk Ca Kangkung ini:

Buah yang disediakan, Semangka:

Nih buah berasa maaaanis, suegerrrrr… gituh. Duh, semangka dan pantai sepertinya memang sejoli!

Pisang Goreng ini, beli sendiri sih di warung lain (mbuh harganya berapa) karena aku penasaran dengan pisangnya Aceh (kali aja rasa pisangnya beda, seperti yang aku makan di Samosir dan Tomohon):

Pisangnya rada benyek sih, manis, engga aku kenali jenisnya, tepungnya pun beda banget dengan yang di Jawa.

Btw sadar ngga kalo tadi aku bilang “engga ada sumber air”, wkwkwk.. Well, aku beruntung sih begitu tiba di Pulau Rubiah, langsung makan tanpa kepikir lihat dapurnya/ ke toilet karena beberapa rombongan kita yang lihat dapur dan toilet tempat ini, munt*h saking joroknya. Jreng jrengggg..

Bayangin aja, gimana mereka mencuci ikan, sayur, piring, juga sendok garpu dengan keterbatasan air. Toilet? Engga disediakan air! Lha terus? Ya kelanjutannya silakan banyangin sendiri sih………………