Pantai Ulee Lheu (Banda Aceh – Aceh); Titik Nol Tsunami(?)

Kota Banda Aceh tampak begitu damai dan sepi, saat mobil kita berjalan perlahan ke Pantai Ulee Lheu, sehari sebelum kita nyebrang ke Pulau Weh.

Sopir kita bercerita, bahwa disekitaran Pelabuhan Ulee Lheu, segalanya hancur. Bahkan Pelabuhan Ulee Lheu mundur beberapa KM selepas tsunami. Lihat gambaran ini sebagai ilustrasi:

Aceh sebelum (foto atas) dan sesudah tsunami (foto bawah):

Dari gambar yang dibawah, nampak kan kalau daratan sudah banyak berkurang. Nah, karena itulah Pelabuhan Ulee Lheu mundur beberapa kilometer.

Dan ketika berdiri di tepi pantai dengan angin yang sangat kencang dan cuaca cerah, aku (sulit mem)bayangkan dari tempat setenang inilah tsunami ‘lahir’..

Dan memang ada sejenis tanggul kecil dari tumpukan batu untuk meredam ombak, karena ketika cuaca buruk, ombak lautnya bisa nyampai ke jalanan loh! Semalam sebelum aku datang ke Pantai Ulee Lheu, cuaca dikabarkan buruk dan ombak tinggi. Jalanan basah karena hempasan ombak dan semua penyeberangan dibatalkan. Phew!

Dan keesokan harinya, aku datang lagi ke tempat ini tapi menuju ke bagian pelabuhan untuk menyeberang ke Pulau Weh (pulau di kejauhan sana):

Aku awalnya agak takut, karena beberapa orang yang aku tanyai bilang bahwa kadang cuaca buruk dan ombak bisa lebih tinggi dari 4m. Kalau sudah seperti itu, penyeberangan akan menjadi lebih berbahaya dan menantang.

Untung, aku diberkati dengan cahaya cerah. Ceritanya nyambung besok, ya.