Canai Mamak (Banda Aceh- Aceh); Dari Kuala Lumpur?

Tugas untuk sopir kita makam itu adalah mengantarkan kita makan Nasi Kuning Aceh!

Aku membaca “Nasi Kuning Aceh” di jalan sekitar Masjid Baiturrahman tapi tempat makannya cuma kelas PKL dan kayanya sepupuku engga akan bisa makan di emperan. Maka seperti biasa, aku pasrah saja kemana sopir membawa kita.

Mobil berhenti disebuah tempat makan yang terang dan ramai, bernama Canai Mamak:

Yeah, ramai sekali! Tempat makannya ada 2 macam: didalam dan luar ruangan, semuanya terbuka dan tidak bebas asap rokok. Ini, ruang makan yang bagian dalam:

Aku memilih makan dibagian teras yang berasa lebih lapang..

Menunya? Silakan:

Aku tetap setia dengan apa yang menjadi tujuan awal kedatangan kita di Canai Mamak. Nasi Kuning! Dan inilah seporsi Nasi Mamak, nama lain dari Nasi Kuning ala Aceh menurut kedai ini:

Beda kan dengan Nasi Kuning ala Jawa, Dobo, Ambon, dll *hidup kuliner Nusantara!*. Ternyata, yang dinamakan Nasi Kuning di Aceh tuh Nasi Biryaniii………….. Ya bisa dimaklumi, lah. Posisi Aceh lebih dekat dengan Malaysia, Bangkok, Burma, bahkan India. Jadi, tentu saja ada pengaruh dari negara-negara itu pada kuliner Aceh (eh, tapi ini dugaanku sih). Lagi pula katanya Canai Mamak ini aslinya dari Kuala Lumpur sana.

Kali ini, rempahnya light, engga menyiksa lidah-lidah yang awam Biryani. Sayang, beras yang dipakai beras biasa, bukan Basmati.

Trus, yang ini adalah Nasi Goreng Kampung Ayam:

Benernya, aku sudah terrrrlalu sering makan nasi goreng selama di Aceh, tapi kali ini pun terpaksa pesan nasi goreng lagi karena engga ada makanan lain yang cocok buat Mami. Ini pun ternyata Mami juga engga bisa menikmati, sehingga aku yang makan.

Nasi gorengnya ternyata nasi a’la Aceh dengan rempah, tapi engga sekuat rempah yang dipakai Daus. Aku sih bisa makan nasi goreng ini tanpa complain dan asik juga dimakan dengan acar khas Aceh yang kaya gini wujudnya:

Karena Mami engga bisa makan apa-apa, akhirnya pesan Indomie Basah Telur versi modifikasi:

Aslinya, mereka punya bumbu yang harusnya dicampurkan pada Indomie. Karena bumbunya pedas, maka ditolak. Trus, karena khawatir telurnya bikin rasa Indomie kurang OK buat Mami, kita pun akhirnya request agar Indomie pesanan Mami engga dikasih telur (_ _”).

Tapi ternyata mereka masih memberi tomat, sayur dan bawang goreng untuk Indomie pesanan Mami. Rasa? Benernya OK tapi sayang, mie-nya tuh engga matang hahaha. Duh, si Mami kurang beruntung malam itu.

Soal minum, kata sopir kita, yang bisa direkomendasikan adalah Teh Tarik:

Ini Es Timun Kerok Cincau:

Unik, lah. Timunnya diserut, dicampurkan dengan cincau potong dadu, sirup dan es batu.