ALL, FOODICTIONARY

Warung Steven (Malang); Kuliner Klenteng Eng An Kiong – 2

Klenteng Eng An Kiong, Jalan R. E. Martadinata, Malang belakangan ini tidak hanya menjadi lokasi ibadah saja, namun juga kuliner!

Semua penjual makanan berkumpul di parkiran basement gedung:

Dan penjual pertama yang akan sambut kalian adalah si Warung Steven ini:

Sepupuku bilang, buburnya OK (dan aku belum coba). Tapi aku lebih tertarik dengan kue-kue yang ditawarkan didalam etalase, simply karena kue yang ditawarkan adalah kue kuno, yang sepertinya dibuat dengan cara kuno dan tidak mudah didapatkan di tempat lain:

Foto diatas adalah Kue Moho. Ada yang pernah makan?

Kue moho atau hwat kwee merupakan salah satu kue yang wajib hadir di meja makan sembahyang leluhur saat Imlek bagi etnis Tionghoa di Semarang. Awalnya, kue ini merupakan adat kebiasaan suku Hokkian di Semarang, lalu berkembang menjadi kebiasaan suku Cina lainnya di daerah ini, bahkan menyebar ke daerah lain (taken from here).

Tepung banget (lihat saja teksturnya), bantat, engga moist, wangi tepung (walau ada sebagian kue yang diberi coklat tapi baunya tidak terdeteksi hidung). Cara makannya ya dimakan begitu saja, sih. Nothing special, kecuali jajanan ini sudah langka..

Ada pula Cakwe:

Dan Roti Goreng:

Untuk keduanya, ada versi yang lebih enak di Surabaya. Tapi dengan embel-embel “resep kuno” dan “cara kuno”, OK laaah. Oh ya, pastikan gorengan yang kita terima engga gosong ya. Ada 2 gorengan yang cenderung gosong nyelip di pesananku soalnya..

Yang juga langka adalah kue Plintiran yang satu ini:

Nih Plintiran sizenya sejengkal tangan cewe dewasa dan keras, engga wangi (kecuali wangi tepung digoreng), dikasih sedikit wijen pada adonan, teksurnya keras dan tidak (terlalu) berminyak. Andai lebih gurih/ manis, kayanya menarik deh..

Semua jajanan diatas cocok dengan menu yang disediakan oleh Warung Steven (misal: bubur, kacang juah, dll) tapi setelah coba jajanannya kok aku engga tertarik cobain makanannya ya haha :p.