Pantai Losari (Surabaya); Untuk Yang Maha Kelaparan tapi Lagi Bokek

Hmm, kenapa begitu? Karena tempat ini, sejak jaman dahulu kala, memiliki image “banyak dan murah”, di otakku:

Dulu, tempatnya lebih ‘mengenaskan’, namun setelah pindah beberapa kali, kini dia hadir dengan penampilan yang lebih oke. Lengkap dengan AC dan free wifi segala, loh! Dan harga makanannya engga naik berlebihan:

Sekilas baca sih, sepertinya ‘biasa’ saja harganya. Tapi tunggulah sampe pesanan kalian datang, haha! Aku yang sudah mempersiapkan diri (karena sudah beberapa kali pernah ke tempat ini) aja masih terkaget-kaget dengan besarnya porsi yang tersaji:

Terlebih lagi untuk porsi (semua) menu nasi dan mie-nya, weh.. weh *geleng-geleng*, haha! Kalo menu lauknya (seperti ayam goreng mentega dan ko lo kee, seperti foto diatas) sih sizenya biasa-biasa saja.

Dan untukku, hm.. ini bukan tempat makan favoritku, deh. Alasannya sederhana. Kalo porsi dan harganya bersahabat, secara logika.. pasti ada yang ‘dikorbankan’. Untuk tempat makan ini, ‘rasa’-lah yang menjadi korban. Melihat warna nasi goreng dan saus asam manis ko lo kee yang sama merah dengan bendera Indonesia *sigh*, berhasil membuat nafsu makan turun.. hehe *grin*.

Tapi tempat ini, beneran OK untuk yang maha kelaparan di tanggal tua, hihi! Dari beberapa kali kunjungan (mostly karena temani makan seorang kawan yang tergila2 dengan porsinya @[email protected]), tampak bahwa masakan khas Makassar adalah yang jadi best seller. Mie kwang tung, mie Ujung Pandang & sop sodara, misalnya. Tapi nasi goreng (merah menyala) juga laris dipesan.

Tertarik? Monggo, ke Pantai Losari, di Ruko Landmark Kav. D, Jalan Raya Panjang Jiwo Permai, Surabaya..